Ada Sekitar 50 Ribu Kendaraan Sudah Melintas di Tol Ciawi Menuju Jakarta
Bogor - Kapolda Jawa Barat, Irjen Suntana mengatakan selama tiga hari 26-28 Februari 2022 ada sekitar 82 ribu kendaraan mengarah ke Puncak melalui Tol Ciawi.
"Untuk hari ini, ada sekitar 50 ribuan kendaraan sudah masuk Tol Ciawi lagi mengarah ke Jakarta, sisanya masih di Puncak atau Sukabumi," kata dia saat mengecek kondisi Jalan Raya Puncak, Kabupaten Bogor, Senin (28/2).
Suntana juga mengimbau masyarakat untuk memeriksa kondisi kendaraannya sebelum bepergian. Pasalnya, kemacetan di Jalan Raya Puncak, disebabkan banyaknya kendaraan mogok.
"Ada sekitar 10 kendaraan mogok di tengah jalan. Yang mengakibatkan antrean cukup panjang pada Minggu (27/2) kemarin," kata Suntana,
Kepolisian Resor Bogor, yang awalnya berencana menerapkan ganjil-genap pun, mengubah rekayasa lalu lintas menjadi one way (satu jalur) untuk mengurai antrean di jalur sepanjang 21 kilometer tersebut.
"Dengan rekayasa lalin kepadatan dapat terurai. Kami imbau juga masyarakat memastikan kondisi kendaraannya.
"Untuk hari ini, ada sekitar 50 ribuan kendaraan sudah masuk Tol Ciawi lagi mengarah ke Jakarta, sisanya masih di Puncak atau Sukabumi," kata dia saat mengecek kondisi Jalan Raya Puncak, Kabupaten Bogor, Senin (28/2).
Suntana juga mengimbau masyarakat untuk memeriksa kondisi kendaraannya sebelum bepergian. Pasalnya, kemacetan di Jalan Raya Puncak, disebabkan banyaknya kendaraan mogok.
"Ada sekitar 10 kendaraan mogok di tengah jalan. Yang mengakibatkan antrean cukup panjang pada Minggu (27/2) kemarin," kata Suntana,
Kepolisian Resor Bogor, yang awalnya berencana menerapkan ganjil-genap pun, mengubah rekayasa lalu lintas menjadi one way (satu jalur) untuk mengurai antrean di jalur sepanjang 21 kilometer tersebut.
"Dengan rekayasa lalin kepadatan dapat terurai. Kami imbau juga masyarakat memastikan kondisi kendaraannya.
Jangan memaksa menggunakan kendaraan pribadi tanpa memperhatikan kelaikan kendaraan," tegas Suntana kepada Alasra.
Hingga kini, kepolisian masih memberlakukan one method ke arah Jakarta untuk memberi kesempatan kendaraan keluar dari Puncak.
Pada Minggu (27/2) dikabarkan bahwa kemacetan di Puncak cukup parah. Bahkan, dari kawasan Gunung Mas menuju gerbang Tol Jagorawi, membutuhkan waktu hingga 17 jam.
Suntana pun mengamini bahwa ada salah satu warga mengalami dehidrasi hingga meninggal dunia di mobil lantaran tidak bisa keluar dari mobilnya.
"Kita kan sudah ada call center. Petugas pun ada di seluruh titik dan harus sigap," tegasnya.
Hingga kini, kepolisian masih memberlakukan one method ke arah Jakarta untuk memberi kesempatan kendaraan keluar dari Puncak.
Pada Minggu (27/2) dikabarkan bahwa kemacetan di Puncak cukup parah. Bahkan, dari kawasan Gunung Mas menuju gerbang Tol Jagorawi, membutuhkan waktu hingga 17 jam.
Suntana pun mengamini bahwa ada salah satu warga mengalami dehidrasi hingga meninggal dunia di mobil lantaran tidak bisa keluar dari mobilnya.
"Kita kan sudah ada call center. Petugas pun ada di seluruh titik dan harus sigap," tegasnya.
Komentar
Posting Komentar