Ada Sekitar 2.228 Rumah di Ketapang Kalimantan Barat Terendam Banjir Hingga 120 Cm
Ketapang - Bencana banjir melanda Kecamatan Simpang Hulu, Kabupaten, Ketapang, Kalimantan Barat, pada Sabtu (12/2).
Ketinggian banjir mencapai 15 Centimeters hingga 120 Centimeters.
Kapusdatin BNPB, Abdul Muhari, mengatakan total 16.811 jiwa dari 4.679 KK warga Kecamatan Simpang Hulu, terdampak banjir. Sebab banjir itu merendam enam desa.
"Adapun desa yang terdampak adalah Desa Balai Pinang, Desa Kualan Hilir, Desa Kualan Tengah, Desa Semandang Kiri, Desa Semandang Hulu dan Desa Botuh Bosi," kata Abdul dalam keterangannya kepada darkroastpress, Minggu (13/2).
Abdul menuturkan, banjir dipicu oleh hujan dengan intensitas lebat. Berdasarkan information BPBD Kabupaten Ketapang, ada 2.228 device rumah terdampak.
Kapusdatin BNPB, Abdul Muhari, mengatakan total 16.811 jiwa dari 4.679 KK warga Kecamatan Simpang Hulu, terdampak banjir. Sebab banjir itu merendam enam desa.
"Adapun desa yang terdampak adalah Desa Balai Pinang, Desa Kualan Hilir, Desa Kualan Tengah, Desa Semandang Kiri, Desa Semandang Hulu dan Desa Botuh Bosi," kata Abdul dalam keterangannya kepada darkroastpress, Minggu (13/2).
Abdul menuturkan, banjir dipicu oleh hujan dengan intensitas lebat. Berdasarkan information BPBD Kabupaten Ketapang, ada 2.228 device rumah terdampak.
Di samping itu, sebanyak 1 unit fasilitas pendidikan dan 12 device fasilitas umum terdampak banjir.
"Tidak ada laporan warga mengungsi akibat kejadian tersebut," ucap Abdul.
Selain itu, BPBD Kabupaten Ketapang telah berkoordinasi dengan perangkat desa, TNI/Polri dan relawan untuk melakukan pendataan masih ada wilayah terdampak lainnya.
"Kondisi terkini di lapangan terpantau banjir mulai berangsur surut. BPBD setempat masih terus melakukan tracking cuaca serta mengimbau masyarakat untuk waspada apabila ada potensi banjir susulan," kata Abdul.
Lebih lanjut, Abdul mengatakan BMKG telah mengeluarkan peringatan dini cuaca di wilayah Kalimantan Barat hingga Kamis (17/2).
"Tidak ada laporan warga mengungsi akibat kejadian tersebut," ucap Abdul.
Selain itu, BPBD Kabupaten Ketapang telah berkoordinasi dengan perangkat desa, TNI/Polri dan relawan untuk melakukan pendataan masih ada wilayah terdampak lainnya.
"Kondisi terkini di lapangan terpantau banjir mulai berangsur surut. BPBD setempat masih terus melakukan tracking cuaca serta mengimbau masyarakat untuk waspada apabila ada potensi banjir susulan," kata Abdul.
Lebih lanjut, Abdul mengatakan BMKG telah mengeluarkan peringatan dini cuaca di wilayah Kalimantan Barat hingga Kamis (17/2).
Cuaca berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang disertai angin kencang.
"Menanggapi adanya prakiraan cuaca dan peringatan dini tersebut, BNPB mengimbau kepada pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan
"Menanggapi adanya prakiraan cuaca dan peringatan dini tersebut, BNPB mengimbau kepada pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan
kesiapsiagaan menghadapi puncak musim hujan tahun 2022," ucap Abdul.
"Langkah-langkah mitigasi dan pencagahan yang dapat dilakukan di antaranya dengan memantau Daerah Aliran Sungai (DAS), pembersihan aliran air dari sampah maupun product lain, hingga memantau debit air sungai saat terjadi hujan lebat," tutup dia.
"Langkah-langkah mitigasi dan pencagahan yang dapat dilakukan di antaranya dengan memantau Daerah Aliran Sungai (DAS), pembersihan aliran air dari sampah maupun product lain, hingga memantau debit air sungai saat terjadi hujan lebat," tutup dia.
Komentar
Posting Komentar